Terbaru: Prediksi Awal Ramadan 2026, Mayoritas Negara Sambut 19 Februari

Pembaruan: 15 February 2026, 15:44 WIB

Begini Prediksi Awal Ramadan 2026 di Berbagai Negara, Mayoritas 19 Februari
Terbaru: Prediksi Awal Ramadan 2026, Mayoritas Negara Sambut 19 Februari


DETIK.EDGEONE.APP - Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi akan segera tiba, dengan mayoritas negara Muslim di seluruh dunia diprediksi akan memulai puasa pada Kamis, 19 Februari 2026. Prediksi ini muncul berdasarkan perhitungan astronomi dan kriteria pengamatan hilal yang digunakan oleh berbagai otoritas keagamaan.

Umat Islam mengacu pada kalender lunar Hijriah, di mana setiap bulan dimulai saat terlihatnya bulan baru atau hilal. Perbedaan waktu pengamatan bulan, kondisi geografis, serta kriteria astronomi membuat tanggal awal Ramadan dapat bervariasi satu hari antarwilayah.

Mayoritas Prediksi Menuju 19 Februari 2026

Sebagian besar negara Islam diperkirakan akan mencoba melakukan pengamatan bulan sabit pada Selasa, 17 Februari 2026. Namun, perhitungan astronomi, seperti yang dilansir Gulf News pada Minggu (15/2/2026), menunjukkan bahwa hilal kemungkinan besar tidak akan terlihat di banyak wilayah, termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, dan Mesir pada hari tersebut.

Akibatnya, negara-negara yang mensyaratkan konfirmasi pengamatan hilal cenderung akan menyempurnakan bulan Syakban menjadi 30 hari. Hal ini membawa proyeksi bahwa Kamis, 19 Februari 2026, akan menjadi hari pertama Ramadan di banyak negara, termasuk UEA.

Mayoritas Prediksi Menuju 19 Februari 2026

Negara-negara yang Telah Konfirmasi 19 Februari

Beberapa negara telah lebih awal mengumumkan atau mengkonfirmasi awal Ramadan pada 19 Februari 2026, menunjukkan tren yang seragam di berbagai belahan dunia.

Oman dan Turki

Oman menjadi negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) pertama yang secara resmi mengkonfirmasi Kamis, 19 Februari, sebagai awal Ramadan, menyusul hasil perhitungan astronomi. Turki juga telah mengumumkan tanggal yang sama, yaitu Kamis, 19 Februari 2026, sebagai hari pertama bulan suci tersebut.

Turki menggunakan data astronomi yang telah dihitung sebelumnya untuk menentukan awal bulan-bulan Hijriah, dengan mempertimbangkan kemungkinan hilal dapat terlihat dengan mata telanjang atau teleskop. Kepresidenan Urusan Agama Turki menegaskan bahwa penampakan hilal tidak akan mungkin terjadi pada 17 Februari di sebagian besar dunia Arab, Islam, dan Amerika.

Singapura, Australia, dan Prancis

Negara-negara yang Telah Konfirmasi 19 Februari

Singapura turut mengkonfirmasi Kamis, 19 Februari, sebagai hari pertama Ramadan setelah penilaian astronomi yang mengesampingkan kemungkinan terlihatnya hilal. Dewan Agama Islam Singapura, di bawah pimpinan Mufti, mengikuti metode perhitungan berdasarkan kriteria visibilitas lokal.

Otoritas di Australia, melalui Dewan Fatwa Australia, juga mengumumkan 19 Februari sebagai awal Ramadan 1447 H berdasarkan perhitungan astronomi. Mufti Agung Australia, Dr Ibrahim Abu Mohamad, menyatakan bahwa salat Tarawih akan dilaksanakan pada Rabu, 18 Februari setelah salat Isya di Sydney dan Perth.

Di Eropa, Prancis, yang memiliki populasi Muslim terbesar, juga telah mengkonfirmasi 19 Februari 2026 sebagai awal puasa. Dewan Agama Muslim Prancis (CFCM) membuat pengumuman ini berdasarkan perhitungan astronomi, meski pengamatan hilal tetap dilakukan di Masjid Agung Paris untuk persatuan umat Muslim.

Potensi Perbedaan: Kasus Pakistan

Kendati mayoritas mengarah ke tanggal 19 Februari, beberapa negara mungkin memiliki penentuan yang berbeda tergantung pada kriteria lokal mereka. Departemen Meteorologi Pakistan (PMD) misalnya, mengindikasikan bulan baru Ramadan 1447 H akan lahir pada 17 Februari pukul 17.01 PST.

Berdasarkan perhitungan astronomi, ada kemungkinan besar hilal akan terlihat pada malam tanggal 18 Februari, bertepatan dengan 29 Syakban di Pakistan. Keputusan awal resmi Ramadan di Pakistan akan bergantung pada konfirmasi otoritas keagamaan setempat setelah pengamatan.



Ditulis oleh: Rizky Ramadhan

Bagikan Artikel ini: