Peneliti BRIN Wanti-wanti Risiko Kesehatan Akibat Pencemaran Pestisida Cisadane

Pembaruan: 15 February 2026, 15:44 WIB

Peneliti BRIN Wanti-wanti Risiko Ini Akibat Pencemaran Pestisida di Cisadane
Peneliti BRIN Wanti-wanti Risiko Kesehatan Akibat Pencemaran Pestisida Cisadane


DETIK.EDGEONE.APP - Pencemaran pestisida di Sungai Cisadane akibat insiden kebakaran gudang beberapa waktu lalu memicu peringatan serius dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumberdaya Air BRIN, Ignasius Sutapa, mengungkapkan adanya risiko kesehatan kronis bagi masyarakat yang terpapar air sungai tersebut.

Tumpahan zat kimia berbahaya ini berpotensi merusak ekosistem melalui proses bioakumulasi dan biomagnifikasi di jaringan organisme air. Residu pestisida yang masuk ke tubuh ikan dapat berpindah ke predator tingkat tinggi, termasuk manusia yang mengonsumsinya.

Bahaya Bioakumulasi dan Ancaman Kesehatan Jangka Panjang

Ignasius Sutapa menjelaskan bahwa risiko pencemaran ini tidak hanya berdampak dalam jangka pendek namun bersifat berkelanjutan. "Risiko ini membuat pencemaran tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga berpotensi menimbulkan efek kesehatan kronis," ungkap Ignas pada Minggu (15/2/2026).

Bahaya Bioakumulasi dan Ancaman Kesehatan Jangka Panjang

Meskipun permukaan air sungai terlihat jernih kembali, ancaman toksik diprediksi masih tersimpan di lapisan sedimen dasar sungai. Kontaminasi pada sedimen ini dapat menjadi sumber pelepasan racun sekunder yang akan mencemari kolom air kembali dalam kondisi tertentu.

Paparan pestisida terhadap masyarakat dapat terjadi secara langsung melalui kegiatan mandi dan mencuci di area sungai. Selain itu, paparan tidak langsung muncul dari konsumsi air baku atau ikan yang telah terkontaminasi zat neurotoksik.

Gejala Akut dan Penanganan Dampak Pencemaran

Zat kimia tertentu dalam pestisida dapat menyebabkan gejala akut seperti mual, pusing, hingga gangguan saraf serius. Dalam dosis tinggi, paparan ini bahkan berisiko menyebabkan kematian bagi individu yang terkena dampak secara intensif.

"Dalam jangka panjang, paparan kronis berpotensi memicu gangguan endokrin, kerusakan organ, bahkan risiko karsinogenik atau pemicu kanker," tambah Ignas. Oleh karena itu, langkah mitigasi darurat sangat diperlukan untuk melindungi kesehatan publik di sepanjang aliran sungai.

Gejala Akut dan Penanganan Dampak Pencemaran

Ignas merekomendasikan penutupan sementara intake air baku PDAM di zona terdampak untuk mencegah distribusi air yang tercemar. Ia juga meminta pemerintah meningkatkan pemantauan kualitas air secara real-time dan memberikan edukasi cepat kepada masyarakat sekitar.

Strategi Mitigasi dan Restorasi Ekosistem Cisadane

Upaya netralisasi in-situ perlu segera dilakukan jika sumber pencemaran masih teridentifikasi aktif di lokasi kejadian. Strategi jangka panjang juga mencakup penguatan penegakan hukum terhadap pelaku pencemaran Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Pembangunan sistem peringatan dini berbasis sensor online dan diversifikasi sumber air baku menjadi langkah krusial untuk ketahanan krisis. Selain itu, restorasi ekosistem melalui rehabilitasi zona riparian diperlukan untuk meningkatkan kapasitas alami sungai dalam menyaring polutan.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi dari pemerintah serta pihak PDAM setempat. "Jangan menggunakan air sungai untuk memasak, minum, mencuci, atau mandi, serta hindari konsumsi ikan dari wilayah terdampak sampai dinyatakan aman," pungkasnya.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa risiko kesehatan utama dari pencemaran pestisida di Sungai Cisadane?

Risiko kesehatan mencakup gejala akut seperti mual dan gangguan saraf, hingga risiko kronis seperti gangguan endokrin, kerusakan organ, dan kanker (karsinogenik).

Mengapa air sungai yang terlihat jernih tetap berbahaya?

Pestisida dapat mengendap di sedimen dasar sungai dan menjadi sumber racun sekunder yang terlepas kembali ke air meski permukaan terlihat sudah bersih.

Apa yang dimaksud dengan biomagnifikasi dalam kasus ini?

Biomagnifikasi adalah proses peningkatan konsentrasi zat kimia di tubuh organisme saat berpindah dari tingkat bawah ke tingkat atas dalam rantai makanan, hingga mencapai manusia.

Langkah apa yang harus diambil masyarakat saat ini?

Masyarakat dilarang menggunakan air sungai untuk kebutuhan rumah tangga dan dilarang mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane sampai ada pernyataan resmi bahwa air sudah aman.



Ditulis oleh: Putri Permata

Bagikan Artikel ini: