Prancis-AS Sita 2,4 Ton Kokain di Pasifik, Sorotan Jaringan Narkoba
DETIK.EDGEONE.APP - Pihak berwenang Prancis berhasil menyita 2,4 ton kokain dari sebuah kapal di Samudra Pasifik, dalam sebuah operasi gabungan yang melibatkan kerja sama dengan Amerika Serikat. Pencegatan signifikan ini menandai peningkatan aktivitas pemberantasan narkoba di perairan Polinesia.
Penyitaan 100 bal narkoba tersebut terjadi pada hari Kamis, 12 Januari, namun detail operasi baru dirilis oleh AFP pada Minggu, 15 Februari 2026. Meskipun narkoba disita, kapal dan awaknya diizinkan untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan yang tidak disebutkan oleh para pejabat.
Keputusan untuk membiarkan kapal melanjutkan perjalanan ini didasarkan pada praktik yang berlaku sesuai hukum internasional. Komisi Tinggi di Polinesia Prancis dalam sebuah pernyataan mengonfirmasi prosedur tersebut telah dijalankan secara tepat. Operasi pemberantasan narkoba ini secara spesifik dilakukan dengan 'kerja sama dari lembaga pemerintah AS'.
Pernyataan resmi tidak merinci bendera kapal yang terlibat maupun titik asal muasalnya. Hal ini merupakan bagian dari taktik operasional untuk menjaga integritas penyelidikan lebih lanjut atau berdasarkan perjanjian internasional tertentu.
Peningkatan Pencegatan di Perairan Polinesia
Penyitaan 2,4 ton kokain ini menambah deret panjang keberhasilan Prancis dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah tersebut. Selama bulan lalu saja, otoritas Prancis telah menyita hampir 12 ton kokain di sekitar Polinesia.
Penyitaan tersebut tersebar di tiga lokasi berbeda, dengan masing-masing kargo berbobot antara dua hingga lima ton. Angka-angka ini menunjukkan intensitas jalur perdagangan narkoba ilegal yang melintasi perairan Pasifik.
Jaringan Kriminal Terorganisir Meluas di Pasifik
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyoroti bahwa kelompok kriminal terorganisir yang memperdagangkan kokain dan metamfetamin telah memperluas kehadirannya di Pasifik. Ekspansi ini terlihat jelas dalam beberapa tahun terakhir, menimbulkan kekhawatiran global.
Menurut PBB, sejumlah besar narkoba diangkut dari Amerika Utara dan Selatan, dengan tujuan pasar utama di Australia dan Selandia Baru. Posisi geografis Polinesia menjadikannya koridor strategis bagi sindikat narkoba internasional.
Rekor Pencegatan Global oleh Angkatan Laut Prancis
Peran Prancis dalam memerangi perdagangan narkoba tidak hanya terbatas di Polinesia, tetapi juga secara global. Pada tahun 2025, angkatan laut Prancis mencatat rekor penyitaan total 87,6 ton narkoba di seluruh dunia.
Jumlah fantastis ini termasuk 58 ton kokain, menunjukkan upaya keras dan berkelanjutan dari pihak berwenang Prancis. Data ini menegaskan komitmen kuat Prancis dalam perang melawan kejahatan narkoba lintas negara.
Ditulis oleh: Agus Pratama

