Peringatan Kontroversial: Sepp Blatter Minta Fans Hindari AS untuk Piala Dunia

Pembaruan: 27 January 2026, 00:37 WIB

Ex-FIFA president Sepp Blatter says fans should avoid US for World Cup


DETIK.EDGEONE.APP - Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, menyuarakan pandangan yang mengejutkan, menganjurkan para penggemar sepak bola untuk tidak melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk Piala Dunia mendatang. Pria berusia 89 tahun ini mendukung penuh pernyataan seorang pakar anti-korupsi terkemuka yang menyoroti berbagai kekhawatiran serius.

Saran drastis ini muncul di tengah ketegangan politik dan isu keamanan domestik di AS, memicu perdebatan luas tentang kelayakan negara tersebut sebagai tuan rumah acara olahraga global.

Kecaman Tajam dari Mark Pieth, Pakar Anti-Korupsi

Peringatan Blatter didasari oleh pandangan Mark Pieth, seorang pakar anti-korupsi dan profesor hukum yang pernah menjabat sebagai ketua Komite Tata Kelola Independen. Komite ini bertugas mengawasi proses reformasi FIFA dari tahun 2013 hingga 2016, menunjukkan rekam jejaknya dalam isu integritas.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan surat kabar Swiss Der Bund, Pieth secara blak-blakan menyatakan bahwa agresi internasional Presiden Donald Trump dan pelanggaran di dalam AS membuat perjalanan ke sana terlalu berisiko bagi para penggemar dari luar negeri.

Pieth menegaskan, “Jika kita mempertimbangkan semua yang telah kita diskusikan, hanya ada satu nasihat untuk para penggemar: Jauhi AS!” Ia menambahkan bahwa pengalaman menonton di televisi akan jauh lebih baik dan aman.

Ia juga memperingatkan bahwa setibanya di AS, para penggemar harus bersiap bahwa jika mereka tidak ‘menyenangkan’ para pejabat, mereka dapat langsung dipulangkan dengan penerbangan berikutnya. Pieth menekankan bahwa ini adalah skenario paling beruntung yang bisa terjadi.

Dukungan Sepp Blatter dan Latar Belakangnya

Sepp Blatter secara terbuka mengutip Pieth dalam sebuah unggahan di platform X, menegaskan persetujuannya terhadap kekhawatiran yang diutarakan. “Saya pikir Mark Pieth benar untuk mempertanyakan Piala Dunia ini,” tulis Blatter, memperkuat keraguan akan kondisi keamanan di negara tuan rumah.

Blatter sendiri memiliki sejarah panjang di kancah sepak bola global, menjabat sebagai Presiden FIFA selama 17 tahun sebelum ia dipaksa mundur pada tahun 2015. Pengunduran dirinya kala itu disebabkan oleh skandal korupsi besar-besaran yang mengguncang organisasi sepak bola dunia tersebut.

Kekhawatiran Keamanan dan Iklim Politik AS

Amerika Serikat dijadwalkan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia bersama Meksiko dan Kanada, dengan turnamen yang akan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli. Namun, beberapa peristiwa terbaru di bawah pemerintahan Trump telah menimbulkan kekhawatiran serius.

Sikap agresif Trump terhadap Greenland baru-baru ini memicu seruan boikot dari negara-negara Eropa, menunjukkan ketegangan dalam hubungan internasional AS. Di dalam negeri, terdapat pula kritik luas setelah agen federal menewaskan dua warga AS di Minneapolis, Minnesota, bulan ini, menambah daftar masalah sosial dan keamanan.

Penindakan imigrasi yang ketat oleh pemerintahan Trump juga telah menyebabkan kekhawatiran bahwa pengunjung asing mungkin akan memilih untuk tetap di rumah selama Piala Dunia. Bahkan, penggemar dari Iran dan Haiti sudah sangat tidak mungkin berkunjung karena mereka termasuk dalam 39 negara yang warganya dilarang masuk ke AS.

Pieth lebih lanjut menjelaskan, “Negara itu sendiri berada dalam gejolak yang luar biasa.” Ia mengamati bahwa marginalisasi lawan politik dan penyalahgunaan oleh otoritas imigrasi tidak menarik minat penggemar untuk bepergian ke sana.

Perbandingan Situasi Keamanan: AS Mirip Meksiko?

Secara mengejutkan, Pieth bahkan membandingkan situasi keamanan AS dengan Meksiko, sebuah negara yang seringkali dianggap berisiko tinggi karena kejahatan terorganisir. “AS berada dalam situasi keamanan yang mirip dengan Meksiko,” kata Pieth.

Ia menambahkan, “Di Meksiko, kartel narkoba yang mengancam kekerasan; di AS, itu adalah negara yang semakin otoriter.” Perbandingan ini menunjukkan bahwa kekhawatiran Pieth melampaui kejahatan konvensional, menyoroti ancaman dari struktur kenegaraan itu sendiri.

Pernyataan ini menggarisbawahi persepsi bahwa AS mungkin tidak seaman atau sebebas yang diasumsikan bagi pengunjung internasional, terutama di bawah kebijakan dan iklim politik saat ini.

Dampak Potensial Terhadap Piala Dunia Mendatang

Peringatan dari figur berbobot seperti Sepp Blatter dan Mark Pieth berpotensi besar memengaruhi keputusan ribuan penggemar sepak bola di seluruh dunia. Citra AS sebagai tuan rumah yang aman dan ramah bagi semua pengunjung kini dipertanyakan secara terbuka oleh pihak yang memiliki kredibilitas.

Jika kekhawatiran ini terus berlanjut dan memengaruhi jumlah kehadiran penggemar, hal ini bisa menjadi pukulan telak bagi turnamen akbar yang seharusnya merayakan persatuan dan semangat olahraga global tersebut. Oleh karena itu, diskusi ini sangat relevan bagi penggemar sepak bola yang berencana untuk mengikuti Piala Dunia di Amerika Utara.



Ditulis oleh: Doni Saputra


Sumber: https://news.rakyatmediapers.co.id

Bagikan Artikel ini: