Christopher Mies: Selamat dari Tabrakan Kanguru 250 Km/Jam di Bathurst

Pembaruan: 15 February 2026, 16:17 WIB

Christopher Mies reacts to 250km/h kangaroo crash: "I'm glad I'm standing here right now"
Christopher Mies: Selamat dari Tabrakan Kanguru 250 Km/Jam di Bathurst


DETIK.EDGEONE.APP - Pembalap Ford, Christopher Mies, mengungkapkan detik-detik menegangkan saat ia bertabrakan dengan seekor kanguru pada kecepatan 250 km/jam. Insiden luar biasa ini terjadi di Conrod Straight, Sirkuit Mount Panorama, selama tahap awal Bathurst 12 Hour 2026, yang beruntungnya berhasil ia selamatkan tanpa cedera serius.

"Saya senang bisa berdiri di sini sekarang berbicara dengan Anda," ujar Mies, 36 tahun, dalam reaksi awalnya. Ia menekankan betapa besarnya benturan pada kecepatan yang sangat tinggi, sehingga ia bersyukur masih bisa selamat.

Detik-detik Tabrakan dan Reaksi Awal Mies

Mies, yang berbagi kemudi #64 HRT Ford Mustang GT3 dengan juara Supercars Broc Feeney dan juara Intercontinental GT 2019 Dennis Olsen, mengalami insiden tersebut saat melaju kencang. Benturan keras dengan kanguru itu merobek kaca depan mobil balapnya, Ford Mustang GT3.

Detik-detik Tabrakan dan Reaksi Awal Mies

Kekhawatiran awal menyelimuti, melihat pembalap pemenang dua kali balapan tersebut tampak terguncang dan membutuhkan beberapa menit untuk menenangkan diri. Ia mengakui dampak insiden itu sangat besar dan bersyukur masih bisa berbicara.

Keamanan Mustang GT3 dan Kejutan Tak Terduga

Meski mengalami guncangan, Mies tidak lupa memuji fitur keamanan canggih pada Ford Mustang GT3 yang ia kendarai. Mobil ini, yang berlaga untuk terakhir kalinya dalam konfigurasi pra-Evo di Bathurst, terbukti sangat tangguh dan menjaga keselamatannya.

"Saya kira itu mungkin benturan besar pertama bagi Mustang GT3, dan saya sangat senang mereka membangun mobil balap seaman itu," ungkap Mies, berterima kasih kepada Ford Racing dan Multimatic. Impact tersebut benar-benar mengejutkan Mies, yang tak memiliki waktu untuk bereaksi.

"Saat saya melihat kanguru, saat itu juga saya menabraknya," jelasnya, menambahkan bahwa tidak ada peringatan dini atau bendera yang memberitahunya tentang bahaya tersebut. Ia menduga kanguru itu baru saja terbangun dan berlari, menempatkannya di tempat dan waktu yang salah.

Keamanan Mustang GT3 dan Kejutan Tak Terduga

Dampak dan Kerugian bagi Tim HRT Ford

Keparahan insiden ini semakin kentara dengan fakta mengerikan bahwa sisa-sisa kanguru masuk ke dalam kokpit, menutupi helm dan pakaian balap Mies. Mies mengonfirmasi bahwa seluruh perlengkapan balapnya kini tidak dapat digunakan lagi dan harus dibuang karena kekacauan ekstrem tersebut.

"Sejujurnya, kanguru dari dalam tidak berbau harum," candanya, meski ia merasa sangat kecewa untuk tim HRT dan Ford Racing karena mereka tidak dapat menyelesaikan balapan. Kecelakaan ini mengakhiri partisipasi mereka secara dini dalam ajang balap ketahanan prestisius tersebut.

Kecintaan pada Australia Tak Tergoyahkan

Meskipun mengalami insiden traumatis, kecintaan Christopher Mies terhadap Australia tetap tak tergoyahkan. Ia telah menyatakan niatnya untuk kembali ke Mount Panorama tahun depan, menunjukkan semangat pantang menyerahnya.

Namun, pengalaman ini membuatnya mengubah pilihan suvenir untuk putranya di rumah; ia bercanda bahwa ia tidak akan membeli mainan kanguru lagi. "Saya akan membelikannya koala atau wombat atau apa pun, tapi bukan kanguru," ujarnya sambil tertawa, menegaskan bahwa ia masih mencintai Australia dan pasti akan kembali.



Ditulis oleh: Sri Wahyuni

Bagikan Artikel ini: