Program Gentengisasi Prabowo: Antara Peningkatan Kualitas Hunian dan Skala Prioritas Fiskal

Pembaruan: 15 February 2026, 14:53 WIB

Gentengisasi dan Prioritas Pembangunan
Program Gentengisasi Prabowo: Antara Peningkatan Kualitas Hunian dan Skala Prioritas Fiskal


DETIK.EDGEONE.APP - Presiden Prabowo Subianto resmi memperkenalkan gagasan "gentengisasi" dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah pada 2 Februari 2026. Program ini bertujuan mengganti atap logam masyarakat dengan genteng tanah liat sebagai bagian integral dari Gerakan Indonesia ASRI.

Kebijakan tersebut segera memicu diskusi publik karena menyentuh pengalaman sehari-hari masyarakat dan dimensi estetika ruang hidup. Meskipun terlihat seperti urusan teknis sederhana, langkah ini sebenarnya mencerminkan lapisan kebijakan yang mendalam terkait kenyamanan hunian nasional.

Definisi dan Mekanisme Gentengisasi

Secara definitif, gentengisasi merupakan gerakan nasional untuk meningkatkan kualitas bangunan melalui penggunaan material genteng yang lebih stabil secara termal. Pemerintah memproyeksikan langkah ini mampu memperbaiki estetika lingkungan sekaligus memperkuat daya tarik visual destinasi pariwisata di berbagai daerah.

Definisi dan Mekanisme Gentengisasi

Dalam pelaksanaannya, pemerintah berencana menggandeng Koperasi Merah Putih sebagai motor penggerak utama dalam rantai produksi dan distribusi material. Selain penggunaan tanah liat konvensional, terdapat dorongan untuk memanfaatkan fly ash sebagai bahan campuran inovatif guna memperkuat struktur genteng.

Penggunaan genteng tanah liat dipilih karena karakteristiknya yang jauh lebih baik dalam menjaga stabilitas suhu ruangan di iklim tropis Indonesia. Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada perangkat pendingin ruangan sehingga konsumsi listrik rumah tangga dapat ditekan secara signifikan.

Dampak Ekonomi dan Tantangan Sektoral

Selain aspek teknis, program ini diproyeksikan mampu menghidupkan ekonomi rakyat melalui pemberdayaan perajin genteng lokal di berbagai wilayah. Keterlibatan sektor koperasi memastikan bahwa perputaran nilai ekonomi dari pengadaan material ini tetap berada di lingkup masyarakat akar rumput.

Indrawan Susanto, pegawai Direktorat Kerja Sama Multilateral dan Keuangan Berkelanjutan Kemenkeu RI, mengingatkan bahwa kelayakan prioritas tetap menjadi pertanyaan mendasar. Kebijakan ini harus bersaing secara objektif dengan agenda krusial lain seperti penanganan stunting, penyediaan air bersih, dan perbaikan sanitasi.

Dampak Ekonomi dan Tantangan Sektoral

Data menunjukkan masih terdapat sekitar 9,9 juta kepala keluarga di Indonesia yang hingga saat ini belum memiliki akses terhadap rumah pribadi. Angka backlog yang tinggi ini memunculkan perdebatan strategis mengenai apakah fokus pembangunan seharusnya pada kualitas atap atau akses kepemilikan hunian.

Keamanan Struktur dan Kehati-hatian Fiskal

Aspek keselamatan menjadi sorotan penting mengingat bobot genteng tanah liat jauh lebih berat dibandingkan material seng atau logam. Pemasangan genteng di wilayah rawan gempa memerlukan standar teknis dan pengawasan mutu yang sangat ketat untuk meminimalisir risiko kegagalan struktur.

Agar tidak terjebak pada simbolisme kebijakan, gentengisasi disarankan memulai langkah melalui proyek percontohan di kawasan wisata strategis atau pemukiman rentan panas. Skema pendanaan bersama antara APBN, APBD, dan sektor swasta perlu dikembangkan secara matang untuk menjaga kesinambungan fiskal negara.

Pada akhirnya, efektivitas program nasional ini sangat bergantung pada akuntabilitas berbasis hasil dan ketepatan identifikasi kelompok sasaran di lapangan. Pemerintah harus memastikan bahwa intervensi ini memberikan manfaat nyata yang setara dengan besarnya penggunaan dana publik yang telah diamanatkan.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu program gentengisasi?

Gentengisasi adalah gerakan nasional untuk mengganti atap berbahan logam (seng) dengan genteng, khususnya genteng tanah liat, guna meningkatkan kenyamanan hunian dan estetika lingkungan.

Kapan program ini diumumkan?

Gagasan ini disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah pada 2 Februari 2026.

Siapa yang terlibat dalam produksi gentengnya?

Pemerintah berencana melibatkan Koperasi Merah Putih sebagai penggerak produksi dan distribusi, serta memanfaatkan fly ash sebagai bahan campuran.

Apa tantangan utama dari program gentengisasi?

Tantangan utamanya meliputi penentuan prioritas anggaran dibanding program lain (seperti stunting), masalah backlog perumahan sebanyak 9,9 juta KK, serta aspek keselamatan struktur bangunan di wilayah rawan gempa.



Ditulis oleh: Maya Sari

Bagikan Artikel ini: