Atletico Madrid: Serangan Lemah & Pertahanan Rapuh di Liga Champions

Pembaruan: 31 January 2026, 06:23 WIB

Atletico Madrid’s Champions League defeat reveals the team's weak attack & fragile defense


DETIK.EDGEONE.APP - Kekalahan mengejutkan 2-1 Atletico Madrid atas Bodo/Glimt di Liga Champions menyoroti dua masalah krusial bagi tim asuhan Diego Simeone: kelemahan di lini serang dan pertahanan yang rapuh.

Pertandingan di Norwegia ini membuka tabir masalah ganda yang tengah dihadapi Los Rojiblancos. Dominasi dalam penguasaan bola dan jumlah peluang gagal diterjemahkan menjadi gol, sementara lini belakang justru menunjukkan kerentanan yang tidak biasa.

Analisis Serangan yang Mandul

Atletico Madrid tercatat melepaskan 27 tembakan sepanjang pertandingan, delapan di antaranya mengarah ke gawang. Namun, produktivitas mereka hanya menghasilkan satu gol. Angka ini menunjukkan jurang pemisah yang lebar antara kontrol permainan dan ketidakmampuan mengkonversi peluang.

Hanya 29,6% dari total tembakan mereka yang tepat sasaran. Dari 27 upaya, 12 tembakan melenceng dari sasaran, dan tujuh lainnya berhasil diblokir lawan. Hal ini membuat Atletico Madrid minim imbalan atas tekanan yang mereka berikan.

Satu-satunya gol Atletico Madrid dicetak oleh Alexander Sorloth, yang ironisnya juga gagal memanfaatkan tujuh peluang lainnya. Meskipun demikian, gol ini menjadi gol kelimanya dalam tujuh pertandingan di tahun 2026.

Para penyerang lainnya juga turut menyumbang dalam daftar peluang terbuang. Julian Alvarez tercatat tiga kali gagal menyelesaikan peluang krusial, Nico Gonzalez membuang tiga kesempatan emas lainnya, sementara Thiago Almada dan Alex Baena juga memiliki tembakan yang tidak membahayakan gawang lawan.

Bahkan gelandang Pablo Barrios nyaris mencetak gol sebelum jeda, namun tendangannya hanya membentur tiang gawang. Momen ini seolah merangkum frustrasi Atletico Madrid di depan gawang lawan.

Pertandingan ini juga diwarnai dua gol Atletico Madrid yang dianulir, satu karena keputusan offside yang sangat tipis, dan satu lagi karena tendangan sudut cepat yang diambil saat permainan dihentikan.

Analisis Serangan yang Mandul

Komentar Jan Oblak

Kiper Jan Oblak secara jujur mengakui bahwa timnya sedang mengalami fase di mana "bola tidak mau masuk ke gawang". Ia menambahkan bahwa Atletico Madrid terlihat cemas saat mendapatkan peluang dan kurang tenang di sepertiga akhir lapangan.

Oblak menekankan bahwa baik pemain tengah maupun penyerang perlu memiliki ketenangan lebih untuk mengubah kesempatan menjadi gol. Hal ini semakin penting di bawah tekanan hasil yang terus meningkat.

Pertahanan yang Menurun

Masalah Atletico Madrid tidak hanya terbatas pada sektor serangan. Hingga kini, mereka telah kebobolan 15 gol dalam delapan pertandingan Liga Champions musim ini, rata-rata hampir dua gol per pertandingan.

Tim asal Spanyol ini selalu kebobolan setidaknya satu gol dalam setiap pertandingan Eropa mereka. Statistik ini menempatkan Atletico Madrid sebagai salah satu tim dengan pertahanan terlemah di antara 16 tim yang tersisa di turnamen tersebut.

Oblak mengakui bahwa Atletico Madrid tidak bisa terus-menerus kebobolan sesering ini. Ia menegaskan bahwa tim harus melakukan perbaikan di lini pertahanan dan serangan jika ingin meraih hasil yang diinginkan.

Tanggapan Diego Simeone

Meskipun kecewa, pelatih Diego Simeone membela para pemainnya. Ia menyatakan bahwa tim telah menunjukkan reaksi yang baik dalam banyak aspek permainan.

Simeone menegaskan tidak memiliki keluhan mengenai upaya yang ditunjukkan para pemainnya dan yakin hasil akan membaik dalam waktu dekat. Ia telah berbicara dalam beberapa pekan terakhir mengenai perlunya pertahanan yang lebih baik untuk mendukung lini serang yang mampu menciptakan peluang namun seringkali gagal mengkonversinya.

Pertahanan yang Menurun

Perbandingan dengan Tim Lain

Saat ini, Atletico Madrid telah mencetak 17 gol, menempatkan mereka di peringkat ketujuh di antara tim-tim yang masih bertahan di Liga Champions. Tim-tim seperti Arsenal, Bayern Munich, Barcelona, Liverpool, Real Madrid, dan Paris Saint-Germain semuanya mencetak lebih banyak gol.

Namun, kekhawatiran terbesar terletak pada sektor pertahanan. Atletico Madrid telah kebobolan lebih banyak gol dibandingkan klub lain yang masih berkompetisi di Liga Champions musim ini.

Atletico Madrid kini menunggu untuk mengetahui lawan mereka di fase gugur. Nama-nama seperti Club Brugge atau Galatasaray menjadi calon lawan potensial mereka.

FAQ Seputar Performa Atletico Madrid

Tanya Jawab: Analisis Performa Atletico Madrid

Mengapa Atletico Madrid kesulitan mencetak gol?

Atletico Madrid mengalami masalah penyelesaian akhir (finishing) yang buruk, dengan banyak peluang terbuang dan persentase tembakan tepat sasaran yang rendah.

Seberapa lemah pertahanan Atletico Madrid di Liga Champions?

Tim ini telah kebobolan 15 gol dalam delapan pertandingan, dengan rata-rata hampir dua gol per laga, menjadikannya salah satu pertahanan terlemah di antara tim yang tersisa.

Apa pendapat Jan Oblak mengenai performa tim?

Oblak menyatakan tim sedang dalam fase di mana "bola tidak mau masuk" dan pemain terlihat cemas serta kurang tenang di depan gawang.

Bagaimana tanggapan Diego Simeone terhadap hasil ini?

Simeone membela pemainnya, menyatakan tidak ada keluhan soal upaya dan percaya hasil akan membaik, sambil menekankan perlunya pertahanan yang lebih kuat.

Siapa saja calon lawan Atletico Madrid selanjutnya?

Potensi lawan Atletico Madrid di fase gugur termasuk Club Brugge atau Galatasaray.



Ditulis oleh: Agus Pratama

Bagikan Artikel ini: