Perjalanan Suci Isra Miraj: Mengungkap Kisah Nabi Muhammad Menembus Langit

Pembaruan: 14 January 2026, 11:28 WIB

Perjalanan Suci Isra Miraj: Mengungkap Kisah Nabi Muhammad Menembus Langit


NEWS.RAKYATMEDIAPERS.CO.ID - The Israʾ and Miʿraj (Arabic: الإسراء والمعراج, al-’Isrā’ wal-Miʿrāj) are the names given to the narrations that the Islamic prophet Muhammad ascended to the sky during a night journey, … Peristiwa **isra miraj** ini merupakan salah satu mukjizat terbesar dalam sejarah Islam, menegaskan keagungan Allah SWT dan kedudukan istimewa Nabi Muhammad SAW. Kisah ini tidak hanya menjadi tonggak penting dalam risalah kenabian, tetapi juga sumber inspirasi dan pelajaran berharga bagi seluruh umat Muslim di dunia, termasuk di **Indonesia**.

Malam perjalanan luar biasa ini terjadi pada tahun kesedihan, tak lama setelah wafatnya paman Nabi, Abu Thalib, dan istri beliau, Khadijah. Allah SWT berkehendak untuk menghibur Nabi Muhammad dan menunjukkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya yang agung. Peristiwa ini terbagi menjadi dua bagian utama: Isra dan Mi'raj.

Memahami Isra Miraj: Definisi dan Makna Mendalam

Isra secara harfiah berarti perjalanan di malam hari, merujuk pada perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis (Yerusalem). Perjalanan ini ditempuh dengan mengendarai Buraq, makhluk istimewa yang bergerak sangat cepat melampaui kecepatan cahaya.

Sementara itu, Mi'raj adalah peristiwa naiknya Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju langit ketujuh, bahkan hingga Sidratul Muntaha, tempat yang tak terjangkau oleh makhluk lain. Di sana, beliau menerima perintah langsung dari Allah SWT mengenai kewajiban salat lima waktu bagi umat **Islam**.

Kisah Isra: Perjalanan dari Mekah ke Baitul Maqdis

Perjalanan Isra dimulai saat Nabi Muhammad SAW sedang beristirahat di dekat Ka’bah, dijemput oleh Malaikat Jibril dan Mikail. Mereka membawa Nabi Muhammad menuju sumur Zamzam, di mana hati beliau dibersihkan dan diisi dengan hikmah serta keimanan. Setelah itu, Nabi disiapkan untuk menunggangi Buraq, kendaraan yang melesat secepat kilat.

Dengan kecepatan yang menakjubkan, Nabi Muhammad dan Jibril tiba di Masjidil Aqsa, Baitul Maqdis, tempat beliau menjadi imam salat bagi para nabi terdahulu. Ini menunjukkan kedudukan Nabi Muhammad sebagai pemimpin seluruh umat manusia dan puncak dari risalah para nabi sebelumnya. Perjalanan ini menegaskan kembali kesucian Baitul Maqdis dalam sejarah Islam.

Kisah Mi'raj: Naik ke Langit Ketujuh dan Perintah Salat

Dari Baitul Maqdis, Nabi Muhammad SAW kemudian memulai perjalanan Mi'raj, naik menembus lapisan-lapisan langit. Di setiap tingkatan langit, beliau bertemu dengan para nabi sebelumnya, seperti Nabi Adam, Nabi Isa, Nabi Yahya, Nabi Yusuf, Nabi Idris, Nabi Harun, Nabi Musa, dan Nabi Ibrahim. Setiap pertemuan membawa pesan dan salam yang penuh makna.

Puncak dari Mi'raj adalah saat Nabi Muhammad SAW mencapai Sidratul Muntaha, batas akhir yang tidak dapat dilewati oleh makhluk apapun, bahkan oleh Malaikat Jibril sekalipun. Di sanalah Nabi menerima perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT, yang awalnya berjumlah lima puluh waktu namun dikurangi atas saran Nabi Musa. Perintah salat ini menjadi pilar agama Islam dan mi'raj bagi setiap Muslim.

Makna dan Hikmah di Balik Peristiwa Agung

Peristiwa **isra miraj** mengandung hikmah yang sangat mendalam dan pelajaran yang relevan sepanjang masa. Salah satu hikmah terbesar adalah penegasan kekuasaan Allah SWT yang tak terbatas, mampu melakukan apa saja di luar nalar manusia. Ini adalah bukti nyata mukjizat kenabian Muhammad SAW.

Kisah ini juga menjadi ujian keimanan bagi para sahabat dan umat Muslim kala itu, membedakan antara mereka yang beriman teguh dan mereka yang ragu. Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah salah satu contoh teladan yang langsung membenarkan cerita Nabi tanpa keraguan sedikit pun, sehingga beliau digelari Ash-Shiddiq (yang membenarkan).

Ujian Keimanan dan Kekuatan Akidah

Bagi umat Muslim, **isra miraj** adalah pengingat akan pentingnya salat sebagai tiang agama dan sarana komunikasi langsung dengan Allah. Salat adalah mi'raj seorang mukmin, kesempatan untuk 'bertemu' dengan Tuhannya setiap hari. Dengan demikian, peristiwa ini mengukuhkan fondasi ibadah dalam Islam.

Selain itu, peristiwa ini mengajarkan tentang kesabaran dalam menghadapi cobaan dan pentingnya tawakal kepada Allah. Setelah mengalami kesedihan bertubi-tubi, Allah memberikan kehormatan dan kebahagiaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perjalanan agung ini. Ini menjadi motivasi bagi umat Muslim untuk senantiasa yakin akan pertolongan Allah setelah kesulitan.

Perayaan Isra Miraj di Indonesia

Di **Indonesia**, peristiwa **isra miraj** diperingati setiap tahun dengan beragam tradisi dan kegiatan keagamaan. Momen ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk berkumpul, memperdalam pemahaman agama, dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Masjid-masjid dan majelis taklim ramai mengadakan pengajian dan ceramah.

Peringatan **isra miraj** sering diisi dengan kisah perjalanan Nabi Muhammad secara detail, diiringi shalawat, dan refleksi terhadap makna salat. Anak-anak sekolah pun turut serta dalam peringatan ini melalui lomba-lomba Islami dan pentas seni. Ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai Islam tetap hidup dan diteruskan dari generasi ke generasi.

Mengenang Isra Miraj dalam Konteks Kekinian

Meskipun terjadi ribuan tahun lalu, pesan dan pelajaran dari **isra miraj** tetap relevan dalam kehidupan modern. Ia mengajak kita untuk merenungkan kebesaran pencipta, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Dengan memahami **isra miraj** secara mendalam, umat Muslim dapat mengambil inspirasi untuk menghadapi tantangan zaman.

Pada akhirnya, **isra miraj** bukan hanya sekadar kisah perjalanan, melainkan sebuah manifestasi cinta dan kekuasaan Allah yang tak terbatas. Semoga peringatan **isra miraj** senantiasa mengingatkan kita akan keagungan Nabi Muhammad SAW dan pentingnya menjaga ajaran agama. Mari jadikan setiap salat sebagai mi'raj pribadi kita, mendekatkan diri kepada Ilahi.



Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu Isra Miraj?

Isra Miraj adalah dua bagian dari perjalanan malam Nabi Muhammad SAW yang luar biasa. Isra merujuk pada perjalanan dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, sementara Mi'raj adalah kenaikan beliau dari Yerusalem menuju langit ketujuh hingga Sidratul Muntaha, di mana beliau menerima perintah salat.

Kapan peristiwa Isra Miraj terjadi?

Peristiwa Isra Miraj terjadi pada tahun ke-10 kenabian, yang dikenal sebagai 'Amul Huzni' atau Tahun Kesedihan. Ini terjadi setelah wafatnya paman Nabi Muhammad, Abu Thalib, dan istrinya, Khadijah, sebagai bentuk penghiburan dari Allah SWT.

Mengapa Isra Miraj penting bagi umat Islam?

Isra Miraj sangat penting karena menegaskan mukjizat kenabian Muhammad SAW, menunjukkan keagungan dan kekuasaan Allah SWT, serta merupakan momen diturunkannya perintah salat lima waktu secara langsung kepada Nabi. Ini juga menjadi ujian keimanan dan sumber inspirasi bagi umat Muslim.

Apa saja hikmah utama dari Isra Miraj?

Hikmah utama dari Isra Miraj meliputi penegasan kekuasaan Allah yang tak terbatas, pentingnya salat sebagai pilar agama dan mi'raj pribadi seorang mukmin, serta pelajaran tentang kesabaran, keimanan, dan tawakal kepada Allah dalam menghadapi cobaan.

Bagaimana umat Islam di Indonesia merayakan Isra Miraj?

Di Indonesia, Isra Miraj diperingati setiap tahun dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian akbar, ceramah, zikir, dan shalawat. Masjid dan majelis taklim menjadi pusat kegiatan di mana kisah Isra Miraj diceritakan kembali dan nilai-nilai Islam diperkuat di masyarakat.

Bagikan Artikel ini: